Srikandi edian

Posted: Mei 8, 2010 in drama, indonesian language, naskah drama, Uncategorized

SRIKANDI EDIAN

Karya : Sang Aru

( Hardjono Wiryosoetrisno )

Daftar Pemain :

1. Srikandi                    : remaja putri tomboy, cerdas dan cantik

umur sekitar 17 thn.

2. Dalang                      : remaja laki-laki atau perempuan, kocak dan cerdas.

3. Wayang wayang       : kelompok koor moderat umur sekitar 17 thn

jumlahnya lebih 5 orang boleh laki, perempuan atau campuran.

4. Pak pos                    : laki-laki atau perempuan umur sebaya mereka yang penting bisa

naik sepeda motor atau sepeda biasa.

5. Dibantu oleh kelompok musik.

Synopsis

Srikandi jaman wayang belajar ilmu memanah kepada Arjuna pemilik ilmu Danurwendo, jaman sekarang atau masa depan Srikandi belajar ilmu sejarah kepada Arjuna juga.

Srikandi kali ini ingin belajar sejarah negeri ini supaya tahu dengan jelas sejarah negerinya. Selama ini sejarah hanyalah sebagai ilmu yang dihafalkan.

Sampai sedikit edian Srikandi berusaha mencari Arjuna untuk belajar sejarah, tetapi sayang sekali sampai cerita ini habis Srikandi tak bisa belajar sejarah tentang negerinya. Mengapa ?

Apakah Arjuna memang tak mau ditemui Srikandi, atau karena sejarah negeri ini tak perlu dipelajari, dan hanya dihafalkan saja ? Inilah kegelisahan Srikandi Srikandi jaman ini.

= = = = =

ADEGAN I.

LAYAR DIBUKA, TAMPAK PANGGUNG DENGAN BEBERAPA BUAH KOTAK SEBAGAI PROPERTY. BEGITU JUGA KELOMPOK MUSIK SEDANG MEMAINKAN MUSIK. SEDERHANA.

TAMPAK JUGA SEORANG DALANG SEDANG BERSIAP MAIN LENGKAP DENGAN PERALATAN DALANGNYA. WAYANG-WAYANG KELUAR DIIRINGI MUSIKNYA. MEMBUAT KOMPOSISI ENAK.

Dalang                 :       Syahdan, malam ini kita bangunkan seorang tokoh wayang terkenal cantik jelita dan otaknya yang cemerlang. Srikandi namanya.

Tetapi Srikandi ini tidak tinggal di Madukara seperti Srikandi jaman Mahabharata dulu, sebab Madukara sekarang sudah habis dimakan gempa api dan banjir.

Srikandi yang sekarang ini tinggal di kawasan Darmo Permai sana. Itu lho perumahan elit dan mewah ya, sebelah barat setasiun televisi.

Apa tuan ? Jauh ?

Ah ya nggak se, masak Darmo Permai jauh ?

Jauh darimana tuan ? Jauh dan dekat itu kan diukur darimana tempatnya. Ya kan ?

Apa tuan ? Dari Wonokromo ?

Yo mesti ae adoh rek nek teko Wonokromo. Dari jembatan merah juga jauh, apalagi dari Gresik. Dan lagi naik apa tempat itu kita katakan jauh. Kalau naik sedan atau panther ya dekat. Kalau naik sepeda, becak bendi, ya jauh apalagi kalau jalan kaki. Ya to ?

Srikandi jaman wayang dan Srikandi jaman komputer ini jauh berbeda.

Srikandi jaman wayang dulu amat senang dan pandai sekali dalam ilmu memanah, Srikandi sekarang pinter dan senang dengan ilmu sejarah. Kata orang bijak, negara itu besar karena sejarah. Jangan sekali kali meninggalkan sejarah kata salah seorang proklamator negeri ini. Sejarah lain lho dengan sujarah. Coba tanyakan dulu pada guru, apa bedanya sejarah dan sujarah.

Srikandi dulu, Srikandi jaman wayang jatuh cinta kepada Arjuna pura pura edan atau gila. Srikandi sekarang ketika jatuh cinta pada Arjuna pura-pura sakit keras.

Nah, malam ini saya coba bangunkan lagi Srikandi ini. Tidak usah bertanya ini Srikandi dulu, Srikandi sekarang ataukah Srikandi masa depan.

MUNCULLAH SEORANG GADIS ATAU REMAJA DENGAN PAKAIAN SANTAI. PAKAI KAOS OBLONG, CELANA JEAN LENGKAP DENGAN TOPINYA (TOMBOY) DARI WAYANG WAYANG.

Srikandi           :           Hallo selamat malam penonton

selamat malam Surabaya

selamat malam malam ini. Apa kabar ?

Ya benar, akulah Srikandi yang tuan tunggu sejak tadi.

Apa tuan ? Cantik ?

Lho itu kan katanya dalang. Jangan gampang percaya kata dalang.

Dalang itu kan kerjanya memang mendalangi…

mendalangi wayang, mendalangi kekacauan, mendalangi kerusuhan. Oalah dalang dalang…..

Benar tuan, aku memang pengin sekali berjumpa Arjuna. Pengin sekali belajar padanya.

Tuan tuan tahu rumah Arjuna ?

Tolonglah tuan kalau tahu rumah Arjuna. Aku ingin sekali kerumahnya. Jangan khawatir soal uang lelahnya. Pasti ada. Kalau hanya memberi tahu di mana rumahnya jelas berbeda lho dengan kalau ikut mengantarkan aku sampai ke rumahnya.

Apa tuan ?

Oh ya aku ingin belajar kepadanya.

Belajar sejarah.

Wayang wayang :  Belajar atau…

Srikandi           : Atau apa ?

Wayang wayang   : Belajar atau jatuh cinta ?

Srikandi                :  Oh… belajar rek.

Wayang wayang   :  Jatuh cinta atau belajar

Srikandi                :  Belajar.

Wayang wayang   :  Belajar atau belajar

Srikandi                :  Belajar belajar !

Wayang wayang   :  Belajar atau jatuh cinta ?

Srikandi                :  Belajar !

Sekali belajar tetap belajar !

Wayang wayang   :  Belajar sambil jatuh cinta ?

Srikandi                :  Malu ah…..

LANGSUNG MASUK SEBUAH LAGU REMAJA CINTA DI SEKOLAH OLEH WAYANG WAYANG.       : malu aku malu pada semut merah

yang berbaris di dinding

menatapku curiga seakan penuh tanya

sedang apa disini menunggu pacar jawabku

DISELA-SELA LAGU ITU DALAM DIALOG LAGI :

Dalang                 : Begitulah Srikandi memulai perjalanan cinta pertamanya.

Sambil menyelam minum air.

Belajar sejarah negerinya sambil jatuh cinta

Wayang wayang  : mengapa belajar sejarah

Mengapa tidak belajar matematika

Belajar kok sejarah

Srikandi               : Kenapa kalau belajar sejarah

Sejarah itu perlu dipelajari

Sejarah tidak saja hanya dihafalkan, tetapi harus dipelajari.

Negara besar itu karena sejarah

Sejarah  kok dihafalkan. Kalau sudah hafal terus untuk apa ? What   for ?

Pelajari sejarah negara-negara besar

Pelajari sejarah orang-orang besar

Pelajari sejarah pikiran-pikiran besar

Ya kan pak dalang ?

Dalang                 : Benar.

Terus keinginanmu

Srikandi               : Ya harus kucari rumah Arjuna.

Dalang                 : kalau sudah ketemu

Srikandi               : ya belajar sejarah padanya

Dalang                 : Kalau nggak ketemu ?

Srikandi               : Ya harus dicari sampai ketemu

Dalang                 : Pantang mundur ?

Srikandi               : Ya benar. Pantang mundur

Pantang untuk mundur

Sekali layar berkembang tak ingin perahu surut kembali sebelum sampai ke pulau tujuan

Dalang                 : Siap terus maksudmu ?

Srikandi               : Menurut dalang bagaimana harusnya ?

Dalang                 : Tanyakan saja pada wayang wayang

Srikandi               : Bagaimana wayang seharusnya ?

Wayang               : Jangan tanya kepada saya, nanti bisa dianggap ikut mendalangi kisahmu Srikandi

Sesama wayang tidak boleh saling mendahului.

Srikandi               : Sudahlah kalau begitu kuputuskan sendiri.

SRIKANDI LANGSUNG PERGI.

Wayang wayang  : Kemana Srikandi ?

Srikandi               : Mencari rumah Arjuna

Wayang wayang  :       dimana rumahnya ?

Srikandi               :       Nggak tahu, tetapi pasti ketemu

Dalang                 : begitulah kisah Srikandi sementara ini.

Ia berkeras hati, berkeras kepala untuk mencari rumah Arjuna.

Ia harus melewati rumah-rumah besar

Ia harus melewati jalan-jalan besar

Ia harus melewati toko-toko besar

Ia harus melewati sekolah-sekolah besar karena ingin belajar tentang sejarah orang-orang besar, belajar tentang sejarah negara-negara besar, sebab Srikandi juga memiliki pikiran besar.

SRIKANDI SUDAH KELUAR DARI KOMPOSISI ITU.

Srikandi               : benar, disinilah rumah Arjuna

Jalan Diponegoro, dekat pom bensin, belok ke kanan terus ada toko kelontong toko Bahagia belok kiri terus, terus nomoe dua puluh empat. Ya benar, inilah rumahnya.

Wayang wayang  : masuklah Srikandi jangan takut

Benar itu rumah Arjuna.

Srikandi               : benar ya ini rumah Arjuna

Tetapi jangan marah lho ya, siapa tahu ini bukan Arjuna yang kau maksud itu. Bukankah nama Arjuna sekarang ini banyak.

Cobalah Srikandi, cobalah dulu. Bukankah salah itu juga sebuah proses menuju benar

SRIKANDI  BERAKTING  SEPERTI  SESEORANG  YANG  SEDANG  MENGETUK

PINTU.

Wayang wayang  : thok thok thok

Wayang wayang nyanyi   :   buka pintu…buka pintu… buka pintu…

Buka pintu buka pintu beta mau masuke

Siolah nona nona nona betalah dimukae

Ada anjing gonggong betae

Ada hujan basah basahe…siolah nona

beta mau masuke he he he…….

Wayang dialog    : Arjuna keluarlah sebentar

Ada tamu ingin menemuimu

Arjuna                 : siapa dia ?

Srikandi               : benarkah ini rumah Arjuna ?

Wayang wayang : benar tak salah lagi. Tunggulah sebentar

: cepatlah keluar Arjuna, ada tamu

Arjuna                 : Siapa dia ?

Wayang wayang  : tidak tahu, tetapi tengoklah sebentar atau intip dari lubang kunci rumahmu

Arjuna                 : katakan padanya

Hari ini aku tak bisa menemuinya

Sampaikan permintaan maafku, tetapi tolong sampaikan aku akan menemui di rumahnya. Catat alamat dan nomor teleponnya.

Wayang wayang : tidak kecewa ?

Arjuna                 : Sebenarnya kecewa, tetapi bagaimana lagi. Suatu saat pasti bisa bertemu.

Wayang wayang  : Baiklah Arjuna

Srikandi ?!

Srikandi               : Bagaimana bisa ditemui hari ini ?

Wayang wayang  : Maafkan Srikandi

Hari ini Arjuna tak bisa kau temui

Srikandi               : Kenapa ?

Wayang wayang  : Ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan, tetapi akan menemuimu sendiri di rumahmu. Sekarang tolong alamat rumah dan nomor teleponmu

Srikandi               : Benar tidak bohong ?

Wayang wayang  : Tidak, ia sendiri sebenarnya ingin juga bertemu denganmu.

Srikandi               : Tetapi apakah rumahnya memang disini ?

Wayang wayang  : Tidak. Tak seorangpun yang tahu alamatnya. Sesekali datang kemari. Tetapi yang penting ia mau datang kerumahmu asal tahu alamat rumahmu Srikandi.

Srikandi               : 0311234567. HP ku masih dipinjam yang punya.

Wayang wayang  : Sekarang mau kemana Srikandi ?

Srikandi               : Tetap mencari Arjuna sampai ketemu

Dalang                 : Begitulah penonton tekad Srikandi.

Mencari Arjuna sampai ketemu.

Tidak ada pilihan lain kita harus berjalan terus kata sang penyair.

Bayangkan, siang malam Srikandi mencarinya.

Sekarang lihatlah perjalanan Srikandi.

SRIKANDI  KELUAR  DARI  KELOMPOK  ITU  DAN  BERJALAN LAGI DENGAN

RASA KECEWA. DIALOG DENGAN PENONTON.

Srikandi               : Penonton tolonglah saya.

Dimana rumah Arjuna sebenarnya

Aku ingin sekali ketemu dengannya untuk belajar sejarah.

Biarlah orang lain mentertawakan aku belajar kok sejarah.

Sejarah negeri ini perlu dipelajari dengan benar. Penting belajar sejarah itu.

Apa tuan ?

Rembulan ?

Masa rembulan tahu rumah Arjuna.

Nggak apa apa, siapa tahu rembulan memang tahu rumah Arjuna.

SRIKANDI DIALOG DENGAN REMBULAN.

Rembulan, selamat malam. Apa kabar ?

Kalau aku sealalu dalam keadaan sehat.

Oh ya rembulan, tahukah kau dimana rumah Arjuna.

Tolonglah beritahu aku dimana rumah Arjuna

Jangan bohong lho rembulan. Aku perlu sekali dengannya.

Aku ingin belajar sejarah negeri ini.

Katanya dia adalah yang paling tahu tentang sejarah negeri ini.

Apa rembulan ?

Lho yok apa se rek rembulan ini.

Pelajaran sejarah itu penting juga, terutama sejarah negerinya sendiri.

Tolonglah rembulan dimana rumah Arjuna itu

Wayang wayang  : Sudahlah Srikandi sudah

Sekarang pulanglah segera

Srikandi               :       Tidak, aku tidak mau pulang kalau belum bertemu Arjuna.

Wayang wayang : Hari sudah larut malam

Besok kita cari lagi. Atau……

Srikandi               : Atau apa.

Wayang wayang  : Cobalah tanya pada semut semut

Siapa tahu ia mengerti rumah Arjuna

Tanyalah pada semut atau rumput rumput

Cobalah kita bertanya pada rumput yang bergoyang.

SRIKANDI  LANGSUNG JONGKOK SEAKAN BERBICARA DENGAN RUMPUT RUMPUT

Srikandi               : Rumput rumput selamat malam

Maaf ya kalau ada di antara kalian yang terinjak kakiku.

Benar rumput, aku tidak sengaja.

Habis malam hari dan rembulan tidak bersinar seperti tadi lagi.

Rumput rumput boleh kan aku bertanya

Eh rumput bangunlah sebentar dari tidurmu. Aku ingin mengganggumu sebentar rumput rumput.

Tolonglah barangkali kalian tahu dimana rumah sang Arjuna. Apa ?

Ya, Arjuna yang pinter ilmu sejarah itu. Aku ingin ketemu dia untuk belajar sejarah khususnya sejarah negeri ini.

Masak kata guruku berbeda dengan kata bapakku tentang sejarah negeri ini.

Benar rumput rumput aku pengin sekali bertemu dengan Arjuna untuk belajar sejarah.

Oh ya, kalau sejarah untuk dihafalkan memang mudah. Tetapi sejarah kan tidak untuk dihafalkan saja. Sejarah harus dipelajari rumput rumput.

Apa rumput ?

Tanya pada semut semut ?

Tadi rembulan menyuruhku bertanya pada rumput sekarang kau suruh aku bertanya pada semut.

Nanti semut…..ah biarlah aku mencoba untuk bertanya pada semut. Siapa tahu mengerti. Terima kasih rumput rumput.

Wayang wayang  : Bagaimana Srikandi jadi bertanya pada semut.

Srikandi               : ya.

Wayang wayang  :       benar Srikandi. Perlu bantuan ?

Srikandi               :       Boleh kalau nggak keberatan

WAYANG WAYANG BERNYANYI      : Semut semut kecil

Saya mau tanya

Apakah engkau di dalam sana

Tahu rumah Arjuna

Srikandi               : Ssst jangan ramai ramai nanti mereka marah.

Coba aku.

SRIKANDI NYANYI : Semut semut kecil saya mau tanya

Apakah engkau didalam sana

Tahu rumah Arjuna…..

SRIKANDI DIALOG  :    Ayolah semut semut jawablah

Apakah engkau tahu rumah Arjuna. Tadi kata rumput rumput engkau tahu. Jangan takut nanti kuberi hadiah gula kalau kau mau memberi tahu di mana rumah Arjuna. Masak nggak tahu. Jangan bohong lho ya.

Tolonglah  semut, aku perlu sekali dengan Arjuna itu. Hanya Arjuna saja yang bisa menjadi tempat aku belajar sejarah negeri ini. Masa depan negeri ini jangan sampai keliru gara gara tak pernah mempelajari sejarah.

Benar ?

Nggak tahu. Siapa ?

Ah nggak akan aku cari sendiri saja rumah Arjuna.

Terima kasih semut semut. Selamat malam

Daaag semut

TIBA TIBA TERDENGAR SUARA HANDPHONE. SRIKANDI LANGSUNG MENGANGKATNYA.

Wayang wayang : Lho tadi katanya nggak punya.

Srikandi               : Baru beli….

Wayang wayang  : Siapa Srikandi ?

Srikandi               : Ssst…

Ya hallo..

Benar, ini aku sendiri

Arjuna ? Ah benar….benar. Ya ya.

Wayang wayang  : Siapa Srikandi ?

Arjuna ya. Nah, awas lho hati hati.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s