antara agama,cinta,dan persahabatan

Posted: Mei 4, 2010 in friendship, Uncategorized

Suatu hari ketika aku bertanya pada sahabatku “ Apa arti cinta dan persahabatan?” Sejenak ia pun terdiam, perlahan namun sangat mengena hati ia menjawab, “Sahabat adalah hujan di kala kemarau, air di tengah gurun pasir dan persahabatan adalah anggur bagi kehidupan.”

Lantas aku bertanya apa maksudnya? Dengan senyumnya yang khas dia bilang bahwa sahabat adalah mereka yang tidak meniggalkanmu di kala susah dan mereka yang mengerti tentang segala kondisi kamu, mau berbagi di kala diminta maupun tidak diminta, mereka yang menghargaimu, menghargai orang lain dan mereka yang bertanggungjawab atas tindakanmu, serta terutama sekali adalah ia yang tahu dan mengerti kepada siapa seharusnya mempercayakan rahasia. Di sinilah indahnya persahabatan dan dari sini pula biasanya benih-benih cinta dan kasih itu tumbuh. Kemudian ia mengingatkanku bahwa uang tidak bisa digunakan untuk membeli teman, tetapi uang bisa mendapatkan musuh dari kelas yang lebih baik. Andai di dunia ini tidak ada cinta dan persahabatan, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta dan persahabatan bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta dan persahabatan.

“Sedalam itukah maknanya?” tanyaku. Kembali sahabatku menjawab,”Bisa lebih dari itu bahkan kita tidak dapat mengukur, sekalipun menggunakan alat ukur tercanggih yang ada di dunia. Sulit dan sangat sulit sekali mengukur keduanya, hanya orang-orang yang memiliki ketulusan hatilah yang mengerti akan cinta dan persahabatan, orang-orang yang tidak berprasangka buruk terhadap orang lain serta orang-orang yang yakin akan dirinya ketika ia berkata: aku mencintaimu”.

Memang demikianlah, sedikit gambaran mengenai cinta dan persahabatan antara dua individu atau lebih di muka bumi ini. Mungkin tanpa ini semua bumi akan segera hancur, tanpa ini pula perselisihan atas kesalahpahaman sedikit memicu konflik yang berkepanjangan, memicu perang dan saling bunuh antar umat manusia. Padahal kalau saja kita mengetahui, cukup banyak himbauan dalam al-Qur’an dan as-Sunnah untuk menjalin hubungan persahabatan dan persaudaraan di antara umat manusia

“Hindarkan dirimu dari persangkaan buruk, sesungguhnya yang demikian itu adalah sebohong-bohong perkataan. Jangan mencari-cari aib orang lain, jangan memata-matai, jangan bersaingan menawar barang dengan maksud merugikan orang lain, jangan saling menghasut, jangan saling bermusuhan dan jangan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Dan tidaklah halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya sesama Muslim lebih dari 3 hari.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s