Takkan sampai disini

Posted: April 30, 2010 in drama, naskah drama, Uncategorized

TAKKAN SAMPAI DISINI !!!

TOKOH :

  1. Isabella
  2. Ningrum
  3. Ajeng
  4. Vander Capello
  5. Sri Ayu Diningrat
  6. Margaretta
  7. Van Owen

27 Desember 1932        pasukan Belanda menduduki Indonesia yang dengan kekuasaannya membuat rakyat Indonesia sangat menderita akibat perlakuan Bangsa Belanda yang tidak berprikemanusiaan. Pada saat itu kaum laki-laki dan kaum wanita dibedakan, kaum wanita yang lemah didiskriminasi oleh Bangsa Belanda menjadi wanita yang tidak punya masa depan.

Di masa itu juga system pendidikan di Indonesia dilarang, tidak ada satupun orang Indonesia yang diperbolehkan bersekolah, jika ada itupun sangat sedikit yaitu dari kalangan Ningrat. April 1935 berdirilah sebuah sekolah pertama Belanda “Indische of federation School” yang dimiliki oleh Vander Capello ketua pasukan militer Belanda. Sekolah itu hanya diperuntukkan bagi anak-anak company Belanda yang tinggal di Indonesia dan dari kalangan Ningrat bangsa Indonesia. Sedangkan rakyat Indonesia kalangan bawah hanya dipaksa menjadi budak Belanda yang bekerja tanpa upah di sebuah organisasi perbudakan milik Belanda yang mana seluruh gerak-gerik organisasi diawasi langsung oleh Ny. Isabella (istri Vander Capello) yang sangat kejam.

Ajeng dan Ningrum merupakan salah satu korban organisasi perbudakan milik Belanda, tetapi Ajeng memiliki semangat yang tinggi untuk belajar, sampai-sampai ia belajar secara sembunyi-sembunyi di belakang Belanda, dia berharap dengan belajar, semoga ada secercah harapan untuk kebebasan rakyat Indonesia dari bangsa Belanda, terutama dari segi pendidikannya.

16 januari 1940, pagi hari di tempat Organisasi perbudakan milik Belanda.

Ajeng                  : (melihat keluar jendela kea rah gedung sekolah milik  Belanda sambil  memperhatikan orang-orang yang sedang belajar)

Ningrum               : (dengan suara pelan) Sst..sstt..Ajeng! Janganlah kamu melihat keluar jendela terus memandangi kaum terhormat sedang belajar, kita sebagai budak tidak pantas melakukannya, nanti jika Ny. Isabella tahu, habislah kamu! Ayo cepat kerjakan tugasmu Ajeng!

Ajeng                  : E..e..e..iya..iya.., aku lupa Ningrum. Maafkan aku. Mm.. seandainya saja kita bisa bersekolah seperti mereka. (dengan nada yang menggambarkan kebencian kepada Belanda)

Ningrum               : Hmm..tapi itu tidak akan pernah terjadi Ajeng, kita dan generasi selanjutnya akan tetap menjadi budak bagi kaum Belanda. (dengan nada sedih)

Tiba-tiba percakapan mereka diketahui oleh Ny. Isabella, kemudian…

Ny. Isabella         : (sambil memukul meja dengan kipas) hei yei berdua! Dasar pemalas! Bisanya yei hanya bicara-bicara saja saat kerja hah? Yei orang tidak tahu terima kasih, sudah bagus yei berdua I izinkan untuk bekerja di tempat my husband punya organisasi. Dasar budak bodoh..

Ajeng & Ningrum  : ( berlutut) Ampuni kami nyonya besar!

Ningrum               : (berlutut) tolong maafkan kami nyonya! Kami tidak akan melakukannya lagi!

Ajeng                  : (berlutut) iya nyonya, kami tidak akan mengulanginya lagi.

Ningrum               : Apapun yang nyonya inginkan akan kami turuti.

Ny. Isabella         : Good..!(kemudian menampar Ajeng & Ningrum) hah, itu yang I inginkan. HHAHAHHA.

Tanpa disadari ketika Ny. Isabella mau pergi, tiba-tiba sebuah buku jatuh dari dalam laci meja Ajeng dan Ningrum, kemudian…….

Ny. Isabella         : Apa itu? (sambil melihat isi buku tersebut) siapa punya ini buku? Yei berdua? Jawab I punya pertanyaan! Cepat!

Ajeng dan Ningrum hanya diam dan ketakutan.

Ny. Isabella         : Oo.. jadi yei orang tidak mau jawab hah? Ternyata yei orang mau coba-coba belajar sembunyi-sembunyi di belakang I punya company ? mau jadi budak pintar rupanya! Ok, tidak mau answer juga, van Owen ke sini!

Van Owen            : Ada apa nyonya Isabella?

Ny. Isabella         : Pukul kaki ni orang sampai mereka jujur dengan I punya pertanyaan!cepat!

Van Owen            : Baik Nyonya.

Ketika Owen akan memukul kaki mereka dengan tongkat besi, kemudian…….

Ningrum               : it..ituu buku saya Nyonya!(dengan posisi berlutut) ampun nyonya, maafkan saya, saya berjanji tidak akan melakukannya lagi. Ampun nyonya.

Ny. Isabella         : Haha..(menampar/menganiaya) jadi ini buku yei? Dasar liar, Van Owen bawa ni orang ke penjara bawah tanah dan siksa dia disana. Berani rupanya dia dengan Belanda.

Van Owen            : baik Nyonya. Ayo! You orang ikut I! (memperlakukan dengan kasar)

Ajeng                  : (hanya bisa terdiam dan menahan tangis)

Ny. Isabella         : Ny. Isabella    : ei disini dengar semua! Yei semua tidak pantas belajar, yei hanya pantas jadi budak I, jika my husband tahu ini kejadian, you orang bisa dibunuh! Mengerti!HAHHAHa.

Sebenarnya buku itu adalah buku milik Ajeng, akan tetapi entah kenapa Ningrum mengatakan bahwa itu adalah bukunya, di saat itulah Ajeng mengira kalau Ningrum telah membelanya, yang membuat Ajeng merasa bertambah semangat lagi untuk belajar dan membalas dendam kepada Belanda juga untuk tidak menyia-nyiakan pengorbanan Ningrum kepadanya.

Sore harinya karena tergesa-gesa dengan perasaan takut, tanpa disengaja Ajeng menabrak Ibu Sri, Sri adalah seorang guru pembantu yang mengajar di sekolah milik Belanda dikarenakan Sri berasal dari keluarga Ningrat Indonesia. Sebetulnya memperbolehkan Sri mengajar di sekolah milik Belanda adalah salah satu politik Belanda untuk mengambil hati rakyat Indonesia terutama keluarga ningrat.

Ajeng                  : Hh..ehhee..(terengah-engah) dan (brukk)(ketakutan)maafkan saya bu! (sambil membantu merapikan buku yang terjatuh)

Sri                      : Ah..tidak apa-apa nak! Lain kali jalannya hati-hati ya! Mm.. wajah kamu kenapa? Memar seperti dipukuli orang.

Ajeng                  : Ah? Memar? Oh..tidak apa-apa, saya hanya terjatuh saja tadi pagi (langsung berlari)

Sri                      : hei..! siapa namamu nak? Heh..kenapa dia kelihatan tergesa-gesa sekali? Kasihan anak itu, wajahnya begitu pucat.

Di saat yang sama di rumah Vander Capello …

Vander Capello    : van Owen! Come here! (sambil duduk di kursi kebesarannya)

Van Owen            : Siap jendral. Ada apa Jendral panggil I?

Vander capello     : you orang adalah prajurit I yang I percaya, right?

Van Owen            : thank You jendral

Vander capello     : tadi I dengar ada keadaan rebut-ribut di tempat I punya organisasi, ada apa itu?

Van owen             : tadi ada budak Indonesia punya, dia coba-coba belajar sembunyi-sembunyi di belakang kita jendral, dia bawa buku bacaan ke tempat dia working tetapi dia orang ketahuan oleh Nyonya Isabella, sekarang dia orang dikurung dan disiksa di penjara bawah tanah jendral.

Vander Capello    : Apa? Kenapa you bisa ceroboh Owen? Biarkan budak bisa belajar dan bawa buku di tempat I punya organisasi, ini memalukan. Bedebah..

Van Owen            : I am sorry jendral, I janji tidak akan ulangi lagi.

Vander Capello    : Ok, I pegang you punya janji Owen. O ya, satu lagi, I mau beritahu you bahwa beberapa hari lagi keponakan I AKAN TIBA DI Indonesia namanya Margaretta. Jadi, you I tugaskan untuk menjaga dia selama di Indonesia, mengerti!

Van Owen            : Mengerti Jendral.

Beberapa hari kemudian…

Ajeng                  : (sedang mempelajari sebuah buku dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak diketahui Belanda)

Tiba-tiba….

Van owen             : Hei kamu wanita! Apa itu?

Ajeng                  : (sambil menyembunyikan buku tersebut)heh.. bukan apa-apa tuan!

Van Owen            : I tahu you orang baca buku sembunyi-sembunyi hah? Kenapa you baca buku di tempat my jendral punya kekuasaan? Dasar tak punya brain! Tak bermartabat, jika I punya jendral tahu, yei akan dikurung di penjara dan disiksa.

Ajeng                  : jangan tuan, ampuni saya

Van Owen            : hahaha.. baik, I piker you orang punya tampang I suka, jadi you orang harus ikut I punya tampang handsome, kalau tidak I kurung you dipenjara.

Ajeng                  : Jangan tuan..

Van owen             : baik(menampar)jadi yei tidak mau ikut I punya perintah?

Ajeng                  : (lari) tolong..tolong saya..

Van owen             : jangan lari yei.

Tiba-tiba di tengah jalan Ajeng bertemu Sri.

Ajeng                  : Tolong saya bu, saya dikejar company Belanda! Dia mau menangkap saya bu! Saya tidak mau ditangkap olehnya. Tolong saya bu!(berlutut)

Sri                      : Apa? Baik nak. Cepat sembunyi di belakang saya.

Van Owen            : Hei yei! Oo.. you orang guru Indonesia itu bukan? Cepat berikan dia orang pada I!

Sri                      : Tidak! Saya tahu anda akan berbuat sesuatu yang buruk kepadanya kan?

Van Owen            : Siapa bilang? I Cuma mau bicara-bicara saja sama dia orang.

Sri                      ; Apa itu betul nak?

Ajeng                  : tidak bu, dia mau berbuat jahat terhadap saya.

Van Owen            : Kemarikan dia! Dia sudah lancang coba-coba baca buku di tanah my jendral punya kuasa, dia harus ditangkap.

Sri                      : Baik, saya akan serahkan anak ini kepada anda, tetapi jangan salahkan saya kalau perbuatan anda saya adukan kepada Vander Capello karena anda sudah berkhianat kepada company anda dengan tidak sengaja melindungi anak ini kalau dia mau menuruti perintah anda, nah sekarang siapa yang rugi?

Van Owen            : Bedebah..!Dasar wanita ! Kali ini I lepaskan ni orang tapi lain kali (krekkhh)

(sambil meninggalkan Ajeng dan Sri)

Ajeng                  : terima kasih bu, ibu telah mau menyelamatkan saya (berlutut)

Sri                      : (sambil mengangkat Ajeng untuk berdiri) itu bukan apa-apa nak, siapa yang mau melihat kaumnya dijajah oleh kaum lain di depan matanya sendiri, itu menyakitkan sekali bagi saya jika saya tidak mampu berbuat apa-apa. Oya siapa namamu nak?

Ajeng                  : Nama saya Ajeng bu. Saya hanya seorang budak yang bekerja pada Belanda

Sri                      : Ajeng panggil saya Bu sri. Hmm..selama Belanda disini, kehidupan rakyat Indonesia semakin susah, apalagi bagi kaum yang tidak berkepunyaan, saya merasa berkhianat terhadap bangsa saya sendiri, membiarkan saya mengajar di sekolah milik Belanda dan membiarkan rakyat saya sendiri bodoh dan hanya menjadi budak bagi kaum tamu di negeri saya sendiri.

Ajeng                  : Bu Sri jangan bicara seperti itu! Sebetulnya kalau kita sadari, jika kita bersatu membangun sebuah kekuatan yang kuat, kita pasti bisa mengalahkan pasukan Belanda. Saya yakin rakyat kita jika diperbolehkan bersekolah pasti akan lebih pintar daripada mereka. Tetapi entah kenapa perasaan untuk saling bekerjasama diantara kita itu sangat kurang.

Sri                      : Ya Allah! Berkatilah anak ini, Ajeng ibu bangga sekali denganmu nak! Ibu berjanji, ibu akan berusaha juga!Nah, ambillah buku ini, bacalah secara sembunyi-sembunyi di belakang Belanda, jangan sampai kamu ketahuan lagi ya! Kalau sudah selesai kembalikan buku itu kepada ibu, nanti ibu akan meminjamkan yang lainnya lagi.(sambil melihat kiri kanan)

Tiba-tiba tidak disadari percakapan mereka didengar oleh seorang company Belanda. Bagi Sri dan Ajeng, orang itu begitu asing seperti belum pernah mereka lihat sebelumnya. Seorang wanita dengan bukunya yang hanya memandangi mereka tanpa sepatahpun lalu wanita itu pergi menuju arah rumah Vander capello. Ajeng dan Sri sangat takut.

Ajeng                  : Ibu…aku harus pergi sekarang! Belanda sudah melihat kita. Mungkin saya akan ditangkap bu.

Sri                      : Tunggu dulu Ajeng, ibu rasa ibu baru pertama kali melihatnya, siapakah dia?

Kenapa dia hanya diam menyaksikan kita?

Ajeng                  : saya tidak tahu bu, yang jelas sesuatu yang besar akan datang.

Sri                      : Ibu harap itu tidak akan terjadi

Vander Capello sedang duduk di kursi kebesarannya sambil melihat-lihat berkas surat-surat yang akan ditandatanganinya. Kemudian masuklah istrinya Isabella.

Ny. Isabella         : hello my dear ! (menuju tempat Vander duduk)

Vander Capello    : Hello darling

Ny. Isabella         : I dengar hari ini Margaretta akan tiba di Indonesia, apa you tahu?

Vander Capello    : Ya, I know ini hari Margaretta akan tiba di Indonesia, tapi you jangan kuatir, I sudah perintahkan Owen menjemputnya.

Ny. Isabella         : Bagus my dear, I know you akan lakukan itu, karna I tahu you sangat sayang dia (sambil menuju pintu keluar)

Beberapa saat kemudian……..

Vander Capello    : Isabella..! come here honey!

Ny. Isabella         : ada apa you panggil I?

Vander Capello    : You sudah lihat Owen dan Margaretta tiba di sini?

Ny. Isabella         : No, I belum lihat

I ke dapur dulu, I mau lihat I punya pelayan apakah masakan untuk sambut Margaretta sudah siap?

Tiba-tiba….

Van Owen            : Jenderal!

Vander capello     : Ah.. you sudah datang rupanya, kenapa you lama sekali jemput I punya keponakan? Mana dia Margaretta?

Van Owen            : Sorry jendral I sudah cari nona margaretta tapi I tidak bertemu dengan dia

Vander Capello    : dasar yei bodoh, lalu itu siapa?

Oh.. margaretta! Welcome in Indonesia. I lihat you semakin cantik saja.

Margaretta          : Thank you uncle. Lama I tidak jumpa dengan you. I rindu sekali dengan you punya senyuman. Mm..mana bibi Isabella, uncle?

Isabella pun masuk …

Ny. Isabella         : Hei..you sudah disini hah? I rindu sekali sam you margaretta! Yei tahu you punya uncle tidak sbar untuk meet dengan you

Vander capello     : hahaha..I jadi malu

Margaretta          : Uncle, I sekarang sudah disini, apa tidak ada kejutan untuk I?

Vander Capello    : Oh .. I lupa, I punya kejutan untuk you. Nanti I lihatkan pada you.

Ny. Isabella         : Ayo Margaretta! Sekarang kita makan, bibi sudah buatkan you punya makanan favorite.

Margaretta          : Ok. Bibi Isabella. Nanti I kesana.

Vander Capello    : Uncle tunggu di meja makan ya!

Vander Capello dan Isabella menuju ruang makan, sementara itu…….

Van Owen            : Mm..bagaimana bisa Nona margaretta tiba di sini? Padahal I tidak ketemu dengan nona(gugup)

Margaretta          : Jadi you yang uncle suruh jemput I? hahaha..I dengar you orang kepercayaan my uncle,right?

Van Owen            : iya nona

Margaretta          : I mau Tanya you, apakah yei tadi memang betul-betul cari I hah?

Van Owen            : betul nona Margaretta, I sudah mencari nona kemana-mana, tapi I tidak ketemu with nona Margaretta.(menjelaskan dengan gugup)

Margaretta          : Van Owen, I tahu you liar, you tahu kenapa you tak bisa temukan I? I tahu apa yang you lakukan tadi with wanita-wanita itu. Nampaknya, ada hal yang mencurigakan yang disembunyikan my uncle dari I. Remember tadi I sudah Bantu you! Sekarang I mau you Bantu I. kalau tidak I akan laporkan ke uncle. Bgaimana?

Van Owen            : hhee.. baik nona

Lalu van Owen menceritakan semua kejadian yang terjadi di Indonesia sebelum Margaretta datang. Mulai dari dilarangnya system pendidikan bagi rakyat Indonesia dan system perbudakan yang diharuskan, yang pada awalnya membuat Margaretta mendukung pamannya.

Setelah makan bersama, sore harinya Vander Capello menemui Ningrum di penjara bawah tanah.

Vander capello     : hei budak! Berlutut! (mencambuk)

Ningrum               : Ampuni saya tuan! ( sambil menahan sakit)

Vander capello     : jadi yei mau menantang Belanda hah? Mau coba-coba jadi hero? Tapi you stupid people, I sudah selidiki kalau sebenarnya..,you bukan punya itu buku! Karena beberapa hari yang lalu I punya prajurit tes you membaca dan ternyata semua bacaan you salah! Jadi intinya you buta huruf

Ningrum               : hah? Tapi saya bisa membaca tuan!(membela diri)

Vander capello     : You tahu ini apa? (sambil mengeluarkan pistol), I paling tidak suka jika seseorang liar ke I, baik dalam hitungan 3 I akan tembak you. One, two..

Ningrum               : ahahahha.. tunggu dulu tuan! Semua yang tuan katakan itu benar, saya buta huruf, tetapi..seharusnya anda berterima kasih kepada saya tuan.

Vander capello     : berterima kasih?

Ningrum               : Ya, saya berpura-pura membela seseorang yang punya buku itu supaya saya dapat ditangkap dan bertemu dengan anda tuan, karna saya tahu bertemu dengan anda itu sangat sulit sekali.

Vander capello     : bertemu dengan I? ada urusan apa you bertemu dengan I?

Ningrum               : ternyata tuan tidak sepintar yang say pikirkan, saya akan memberitahu tuan tentang rahasia besar, tapi ada syaratnya.

Vander Capello    : Apa syaratnya?

Ningrum               : Saya akan bekerja sama dengan tuan untuk menghancurkan rakyat saya. Tetapi tuan harus bayar saya 4 kali lipat.

Vander Capello    : hhhaa, yei pikir I percaya begitu saja pada you?

Ningrum               : Anda tahu, sebetulnya saya benci terlahir sebagai orang Indonesia yang bodoh dan miskin. Karna itu saya mau bergabung dengan anda. Dan anda tahu? Sekarang ini ada yang merencanakan pemberontakan di belakang anda.

Vander Capello    : Apa? Pemberontakan? Siapa?

Ningrum               : Namanya Ajeng, dia ingin sekali bersekolah, dan tanpa anda sadari dia membuka sekolah untuk rakyat Indonesia secara sembunyi-sembunyi di belakang anda.

Vander capello     : Bedebah!Okay, I akan kirim orang untuk membunuhnya.

Ningrum               : jangan tuan, makanya saya tadi menyuruh anda melepaskan saya, nanti saya akan menjadi mata-mata untuk anda, karna Ajeng mengganggap saya sahabatnya jadi dia tidak akan curiga. Dan lagi pula kita tidak tahu dimana sekolah itu berada. Bagaimana?

Vander Capello    : Baik, tapi jika you khianati I, I bunuh you.

Vander Capello melepaskan Ningrum dan ditugaskan untuk memata-matai Ajeng. Ternyata Ningrum adalah seorang pengkhianat Indonesia.

Pagi hari Ajeng menunggu ibu Sri untuk meminjam buku pelajaran, karna sudah beberapa minggu ini ibu Sri ikut membantu menjalankan sekolah yang didirikan Ajeng, di sebuah tempat terpencil yang mungkin susah ditemukan Belanda.

Ajeng                  : (dengan suara pelan) bu, apakah ibu dapat buku-bukunya?

Sri                      : iya Ajeng, akhirnya ibu dapat buku-bukunya dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak ketahuan Belanda, nah ini dia ambillah.

Ajeng                  : terima kasih banyak bu (lalu pergi sambil berhati-hati)

Tiba-tiba tanpa disadari…..

Margaretta          : Hei you stop! I tahu you bawa buku milik company Belanda hah?

Ajeng                  : kamu..?(terkejut dan buku-buku terjatuh)

Margaretta          : Mau kemana yei bawa itu buku-buku?(mendekat dan membantu merapikan buku)

Ajeng                  : hah? (tercengang)

Margaretta          : Kenapa you tidak jawab I punya pertanyaan?you takut dengan I?

Ajeng                  : Apakah kamu mau menangkap saya?

Margaretta          : Mm..kalau ya I mau tangkap you kenapa?

Ajeng                  : (berlari) ibu Sri…

Margaretta          : Hei jangan lari you!I Cuma ..(mengejar Ajeng)

Sri                      : Ada apa Ajeng?

Ajeng                  : Ada orang Belanda mengejar saya.

Margaretta          : Hei, I sudah kata pada you jangan lari.

Sri                      : Mau apa lagi kamu company?hah?Bukannya kamu….

Margaretta          : (mengangkat kedua tangan ke atas) Nama I Margaretta, I keponakan vander Capello. You tahu I sudah ikuti you dalam beberapa hari ini, pertamanya I mau laporkan you punya organisasi sembunyi-sembunyi kepada I punya uncle, tetapi entah kenapa hati I berkata lain, serasa hati ini tidak bisa lihat kaum you diperlakukan seperti ini.

Ajeng                  : (mendekati Margaretta) jadi kamu mau membantu kami?

Sri                      : Ajeng jangan mempercayai dia, mana tahu itu akal-akalannya saja untuk menangkap kita!

Margaretta          : Hei you, I tidak liar pada you, I benci keadaan seperti ini, sebagai bukti I akan Bantu you memfasilitasi yei orang punya sekolah, I akan Bantu untuk mengajari mereka bahasa asing, taktik perang dan lainnya. Percaya sama I, I tidak akan mengkhianati kalian.

Ajeng                  : Apa?betulkah itu? Terima kasih Margaretta. (sambil bersalaman)

Sri                      : Ternyata kaummu ada juga yang baik. Nama saya Sri, panggil saja Ibu Sri, dan iini Ajeng orang yang mendirikan sekolah itu.

Ajeng                  : Mari ikut kami ke sekolah yang akan kita pimpin.

Akhirnya, margaretta memutuskan membantu Ajeng dan Sri untuk membantu pendidikan di Indonesia bebas dari system perbudakan. Ajeng dan Sri pun menerima baik kedatangan Margaretta.

Tanpa disadari percakapan mereka diawasi oleh Ningrum, akan tetapi Ningrum tidak bisa melihat Margaretta, karna terhalang oleh batang pohon yang besar. Ningrum pun mengadukan kepada vander capello.

Ningrum               : Tuan, saya punya informasi penting untuk tuan.

Vander capello     : Cepat kasih tahu!

Ningrum               : Tuan tahu siapa selama ini yang membantu ajeng mendapatkan buku pelajaran?

Vander capello     : Tidak, I tidak tahu, memangnya siapa?

Ningrum               : Dia adalah guru yang mengajar di sekolah milik company anda sendiri yaitu Ibu Sri

Vander Capello    : Apa? Jadi selama ini dia mengkhianati I? Bedebah!!

Ningrum               : dan ada satu orang lagi, yang saya rasa dari orang dalam tuan, tapi maafkan saya, saya tidak bisa melihat wajahnya karna dihalangi oleh batang pohon yang besar.

Tiba-tiba datang Ny. Isabella yang sudah daritadi mendengarkan percakapan Vander Capello dengan Ningrum.

Ny. Isabella         : Orang dalam?Brengsek!Siapa itu orang?vander, you harus cepat tindak ini kasus, kalau tidak akan berbahaya bagi kita

Vander Capello    : Baik, hei Ningrum you terus cari tahu siapa orang ketiga itu, dan jangan lupa yei ikuti dimana sekolah itu berada. Besok I akan bunuh mereka orang yang terlibat dalam kasus ini.

Ningrum               : Baik tuan. Tapi mana uangnya?

Beberapa saat kemudian margaretta pulang, kemudian Van Owen melaporkan semua kejadian yang terjadi kepada Margaretta.

Van Owen            : Sst..Sstt..Nona!ikut I!

Margaretta          : Ada apa van Owen?

Van Owen            : (bercerita tentang semuanya)

Margaretta          : Apa?rupanya ada orang yang memat-matai kami?I harus beritahu Ajeng dan Sri

Van Owen            : Tapi Nona, malam ini ada pemeriksaan seluruh anggota company Belanda, tersangkut ada orang ketiga dari kita punya company, nanti jika nona tidak ada nona bisa dicurigai.

Margaretta          : Bilang saja I sakit dan tidak bisa diganggu(sambil pergi)thank you van owen

Akhirnya Margaretta memberitahu Ajeng dan Sri akan kejadian itu, dan pada malam itu juga Ajeng, Sri, dan Margaretta memberitahu rakyat Indonesia yang sudah dikumpulkannya untuk berjuang bersamanya melawan pasukan Belanda. Dengan semangat juang yang tinggi akhirnya banyak orang Indonesia yang sadar dan mau berjuang bersama mereka.

Sedangkan di tempat Vander capello….

Vander capello     : Margaretta..?Dimana dia orang?

Van Owen            : Nona Margaretta sedang rest Jendral, katanya nona dia tidak mau diganggu siapa pun.

Vander capello     : termasuk I?open the door Owen!

Van Owen            : I tidak bisa bukakan pintu ini untuk you jendral. Iam sorry.

Ny. Isabella         : hhaaa…Hei my dear, percuma you buka pintu itu karna Margaretta tidak ada di dalam, yei tahu yei punya keponakanlah orang ketiga itu.

Vander Capello    : Tidak mungkin,impossible.

Ny. Isabella         : Sekarang tunggu apalagi, ayo kita bunuh penghianat-penghianat itu.

Vander capello     : I tidak sanggup untuk bunuh I punya keponakan (sambil tertegun)

Ny. Isabella         : Dasar stupid

April 21,1942 terjadilah perjuangan sengit antara belanda dan Indonesia, pada awalnya peperangan ini tidak adil, karna Belanda dilengkapi oleh senjata yang canggihsedangkan Indonesia hanya memakai bamboo runcing saja. Jika ada itupun peralatan perang yang berhasil dicuri oleh Margaretta dari companynya. Dan akhirnya berkat kecerdikan dan kerjasama rakyat Indonesia, Indonesia pun menang dan dapat mengalahkan Belanda.

Ajeng                  : Akhirnya kita Bebas…!!!Merdeka!merdeka!

Sri                      : Merdeka Indonesia!terimakasih Ya Allah..

Margaretta          : Akhirnya kalian bebas..! I ikut senang(sambil bersalaman)

Siang hari Ajeng, Sri dan Margaretta menuju tempat Vander Capello.. margaretta melihat pamannya duduk di kursi kebesarannya dengan beberapa botol racun.

Margaretta          : Uncle..! apa yang uncle lakukan? Kenapa uncle minum ini racun hah?(menangis)

Vander Capello    : I sudah kalah Margaretta, I hidup pun percuma hanya akan menanggung rasa malu I, tetapi I sungguh menyesal telah berbuat jahat pada Indonesia people, seandainya saja I bisa putar waktu I tidak akan lakukan ini situasi, tetapi I bangga dengan you Margaretta dan 2orang temanmu itu. Maafkan uncle.

Margaretta          : uncle….!

Tiba-tiba masuklah Isabella.

Ny. Isabella         : Hei Indonesia people! I belum kalah (sambil membawa pistol) hei Margaretta! You bahagia melihat you punya uncle dia seperti itu? You bahagia mengkhianati your company ha?(berteriak)

Margaretta          : Bibi, you sekarang sudah kalah, menyerahlah!

Ajeng                  : Ny. Isabella lihatlah sekarang company anda sudah kalah!Anda tidak bisa berbuat apa-apa lagi, sebaiknya anda menyerah saja! Kami tidak akan melakukan apa-apa kepada anda!

Sri                      : betul itu Ny. Isabella

Kemudian Isabella tertawa dan menembakkan pistol kea rah margaretta, akan tetapi…

Ajeng                  : kamu tidak apa-ap margaretta?

Margaretta          : I tidak apa-apa, apa ini?darah? punggung you berdarah,ajeng!

Sri                      : Ajeng…

Ternyata yang terkena tembakan itu adalah Ajeng, seorang gadis yang paling berjasa menyelamatkan Indonesia Merdeka.

Margaretta          : Owen , bunuh dia!

Van Owen            : baik nona!

Ajeng                  : hhhheh.. Sri, margaretta saya senang sekali berjuang bersama kalian, maafkan aku tidak bisa meneruskannya lagi, jagalah Indonesia untukku! Buatlah rakyat Indonesia menjadi orang yang pintar

Sri                      : Kamu pasti kuat Ajeng, tolong tahan sebentar, sebentar lagi dokter akan datang! kau pasti bisa

Margaretta          : Hei, you bisa Ajeng sebentar lagi orang akn selamatkan you tiba

Van Owen            : Nona itu dia orang yang memata-matai organisasi Nona dan nona punya teman

Sri                      : Bunuh dia Tuan

Margaretta          : Bunuh dia Owen!bedebah

Ajeng                  : Ternyata Ningrum yang menghianati kita, tega sekali kamu Ningrum, aku piker kamu sahabatku, Eheh.. aku tidak kuat lagi. Maafkan aku.

Mar & Sri            : Tidak……

Ajeng rela mengorbankan nyawanya untuk memperjuangkan Indonesia merdeka dan menyelamatkan Margaretta dari Isabella. Keesokan harinnya Sri dan Ajeng mengibarkan bendera Indonesia untuk pertama kalinya dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s