ingat2

Posted: Juni 5, 2010 in agama

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin. Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu? Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan salat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan. Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu? Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu. Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu? Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah. Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka

siksa melalaikan sholat

Posted: Juni 5, 2010 in agama

Al-Haafidz Ibnu Katsir rahimahullahu ta’ala berkata, yang dimaksud orang-orang yang lalai dari shalatnya adalah:

1. Orang tersebut menunda shalat dari awal waktunya sehingga ia selalu mengakhirkan sampai waktu yang terakhir.
2. Orang tersebut tidak melaksanakan rukun dan syarat shalat sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dan dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
3. Orang tersebut tidak khusyu’ dalam shalat dan tidak merenungi makna bacaan shalat.

Dan siapa saja yang memiliki salah satu dari ketiga sifat tersebut maka ia termasuk bagian dari ayat ini (yakni termasuk orang-orang yang lalai dalam shalatnya).

Apa Adzabnya ?

Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dari sahabat Samurah bin Junab radhiyallahu ‘anhu sebagaimana disebutkan dalam hadits yang panjang tentang sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (dalam kisah tentang mimpi beliau):

“Kami mendatangi seorang laki-laki yang terbaring dan ada juga yang lain yang berdiri sambil membawa batu besar, tiba-tiba orang tersebut menjatuhkan batu besar tadi ke kepala laki-laki yang sedang berbaring dan memecahkan kepalanya sehingga berhamburanlah pecahan batu itu di sana sini, kemudian ia mengambil batu itu dan melakukannya lagi. Dan tidaklah ia kembali mengulangi lagi hal tersebut sampai kepalanya utuh kembali seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti semula dan ia terus-menerus mengulanginya seperti pertama kali.”

Disebutkan dalam penjelasan hadits ini “Sesungguhnya laki-laki tersebut adalah orang yang mengambil Al-Qur’an dan ia menolaknya, dan orang yang tidur untuk meninggalkan shalat wajib.”

Berpisah dengan penuh makna

Posted: Juni 5, 2010 in friendship

Perpisahan menimbulkan banyak makna dan tanda tanya. Meninggalnya seseorang terkadang menimbulkan tanya dari yang ditinggalkan, “Apa yang telah dia lakukan? Apa yang sebaiknya aku lakukan?”

Demikian juga berpisahnya seseorang dari keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja. Seringkali diikuti tangis yang menandakan kesedihan amat dalam karena harus meninggalkan atau harus ditinggalkan, sementara setelah acara perpisahan usai, sirna silaturahim. Tawa ejekan dan gunjingan yang tersisa. Atau kita kebingungan mencari kata-kata dan hadiah yang cocok untuk orang yang akan ditinggalkan atau yang akan meninggalkan.

Ada tiga hal positif yang bisa kita berikan ketika kita harus berpisah dengan keluarga, saudara, teman, sahabat, atau rekan kerja untuk suatu waktu tertentu. Tiga hal yang bisa melapangkan jalan kita selanjutnya, tanpa beban, dan memberi kenangan yang bermanfaat sepanjang masa.

Pertama, ucapkan syukur kepada Tuhan karena diberi kesempatan berkumpul dan bekerja sama dengan orang-orang yang kita tinggalkan. Berikan ucapan terima kasih yang ikhlas kepada mereka atas kerja sama, nasehat, peringatan, koreksi atau apa saja. Karena apa yang kita terima dari mereka, apakah itu kebaikan atau keburukan, adalah ujian dari yang Maha Kuasa, bahkan mungkin peringatan yang diberikan Nya melalui orang-orang disekitar kita. Dengan demikian berarti kita memberikan penghargaan yang tak terhingga kepada mereka dan menimbulkan rasa bangga bagi yang menerama ucapan terima kasih, dan itu bisa menimbulkan semangat, motivasi, atau membesarkan hati.

Kedua, meminta maaf secara tulus kepada yang ditinggalkan. Karena setiap orang yang terlibat dalam pergaulan, disengaja atau tidak pasti ada kesalahan yang pernah dilakukan selama itu. Meminta maaf, adalah sebuah jalan untuk menetralkan dan mencairkan persoalan. Meskipun meminta maaf tidak harus menunggu saat kita akan berpisah, tetapi melakukan saat waktu-waktu seperti itu akan menimbulkan kesan yang mendalam, karena siapa tahu ada kesalahan yang tidak kita sadari telah terjadi, dan kita belum sempat minta maaf.

Ketiga, memberikan wasiat dan nasehat kebaikan. Budaya ketimuran kadang-kadang kita risi untuk memberikan nasehat yang baik, apalagi saat kita hendak meninggalkan suatu komunitas. Seringkali kita malah berbasa-basi bahwa semuanya telah “running well”, sehingga tidak perlu lagi kita berpesan atau berwasiat. Padahal sudah kewajiban manusia sebagai makhluk yang memberi kebaikan kepada seluruh alam, untuk selalu berpesan kepada kebaikan. Jadi, sampaikanlah pesan yang baik kepada mereka yang akan kita tinggalkan dan biarkan pesan itu menjadi kenangan di hati yang selalu diingat dan tak terlupakan.

Jika kita mampu memberikan yang terbaik buat lingkungan kita, mengapa harus ragu dan takut membuat perbedaan. ..

salam NEVER DIE TOO FRIENDSHIP..

Berserah diri

Posted: Juni 5, 2010 in agama

BERSERAH DIRI kepada ALLAH SWT

Seorang murid bertanya kepada seorang Syaikh, “ Ya Syaikh, setelah kita beriman kepada Allah dan menjadi seorang muslim, apa yang harus saya lakukan?”

Syaikh tersebut menjawab:
“ Wahai anakku…. Setelah kita BERIMAN bahwa Allah subhanahu wa ta’ala Yang Maha MENCIPTAKAN, Yang Maha MENGETAHUI, Yang Maha MENGATUR dan MEMELIHARA mannusia dan seluruh alam raya, dan mengaku sebagai sebagai seorang MUSLIM maka kita harus BERSERAH DIRI kepada-Nya.”

“Itulah makanya orang tersebut disebut MUSLIM = ORANG YANG TUNDUK dan BERSERAH DIRI kepada Allah subhanahu wa ta’ala.”

Murid tadi bertanya kembali:
“Bagaimana Syaikh, cara kita BERSERAH DIRI?”

Syaikh tersebut menjawab:
“Cara BERSERAH DIRI kita kepada Allah adalah:

1. RIDLO terhadap SEMUA PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala, baik dalam AL-QURAN dan HADITS RASUL. Yaitu dengan BERSYUKUR, dan MEMPERHATIKAN serta MENAATI semua PETUNJUK berupa PERINTAH dan LARANGAN Allah subhanahu wa ta’ala. Baik kita SUKA atau TIDAK SUKA dengan PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala tersebut. Karena pada hakikatnya PETUNJUK Allah subhanahu wa ta’ala berupa AL-QURAN dan HADITS RASUL adalah bentuk KASIH SAYANG-Nya kepada manusia.

Perlu diketahui anakku…kita HIDUP di DUNIA ini adalah sebagai UJIAN. Allah subhanahu wa ta’ala ingin MENGUJI anak-anak Nabi Adam, setelah Nabi Adam diperdaya IBLIS dan diturunkan ke muka bumi, siapakah PENGIKUT ALLAH subhanahu wa ta’ala dan siapakah PENGIKUT IBLIS.

PENGIKUT Allah subhanahu wa ta’ala akan dimasukkan kedalam SURGA dan PENGIKUT Iblis akan dimasukkan ke dalam NERAKA.

Walau kita DIUJI, tetapi Allah subhanahu wa ta’ala ingin manusia masuk ke dalam SURGA, untuk itulah Allah subhanahu wa ta’ala memberikan PETUNJUK HIDUP melalui RASUL-Nya.

Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang PETUNJUK-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya TIDAK ada KEKHAWATIRAN atas mereka, dan TIDAK (pula) mereka BERSEDIH HATI”. (QS. 2. Al Baqarah : 38)

Maka barang siapa yang tidak mengikuti PETUNJUK ALLAH, merekalah orang-orang yang DURHAKA dan TERSESAT dengan KESESATAN yang NYATA.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“Dan TIDAKLAH PATUT bagi LAKI-LAKI yang MU’MIN dan tidak (pula) bagi PEREMPUAN yang MU’MIN, apabila Allah dan Rasul-Nya telah MENETAPKAN suatu ketetapan, akan ada bagi mereka PILIHAN yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa MENDURHAKAI Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah SESAT, sesat yang NYATA.” (QS .33. Al Ahzab: 36)

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah JALAN-Ku yang LURUS, maka IKUTILAH dia; dan JANGANLAH kamu mengikuti JALAN-JALAN yang lain, karena jalan-jalan itu MENCERAI-BERAIKAN kamu dari JALAN-Nya. Yang demikian itu DIPERINTAHKAN Allah kepadamu agar kamu BERTAKWA.” (QS. 6. Al-An’am :153)

Dan kita juga harus MENGAMBIL HUKUM apa yang telah Allah subhaanahu wa ta’alaa dan Rasulnya tetapkan. Makanya anakku….jawaban orang yang BERIMAN atas seruan Allah subhaanahu wa ta’alaa adalah SAMI’NAA WA ATHO’NAA (Kami DENGAR, dan kami TAAT)

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) TIDAK BERIMAN hingga mereka menjadikan kamu (Rasul) HAKIM dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka TIDAK MERASA KEBERATN dalam HATI mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka MENERIMA dengan SEPENUHNYA.” (QS. 4. Annisaa : 65)

“Sesungguhnya JAWABAN orang-orang MU’MIN, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul MENGHUKUM (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.” “Kami MENDENGAR dan kami PATUH.” Dan mereka itulah orang-orang yang BERUNTUNG.” (QS. 24. An Nuur : 51)

2. RIDLO terhadap apapun yang MENIMPA kita, YANG BAIK ataupun yang TIDAK BAIK menurut kita. Karena pada hakikatnya ITU SEMUA BAIK menurut PENGETAHUAN Allah Yang Maha MEGETAHUI.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“Bisa jadi Kamu MEMBENCI sesuatu padahal ia BAIK untuk Kamu. Dan bisa jadi Kamu MENCINTAI sesuatu padahal ia BURUK untuk Kamu. Allah LEBIH MENGETAHUI, sementara Kamu TIDAK MENGETAHUI.” (QS Al Baqarah:216)

3. BERSERAH DIRI dan TAWAKKAL HANYA kepada Allah atas semua urusannya, dengan tidak meminta PERTOLONGAN dan PERLINDUNGAN kecuali kepada-Nya.

Firman Allah subhaanahu wa ta’alaa:

“HANYA kepada Engkaulah kami MENYEMBAH dan HANYA kepada Engkaulah kami mohon PERTOLONGAN.” (QS. 1. Al Fatihah: 4)

“Dan HANYA kepada Allah hendaklah kamu BERTAWAKKAL, jika kamu BENAR-BENAR orang yang BERIMAN” (QS. 5. Al Maidah : 23)

Itulah yang bisa saya jawab anakku, semoga dalam kehidupan kita selalu BERSERAH DIRI dan TAQWA kepada-Nya sampai maut menjemput kita.

“Hai orang-orang yang beriman, BERTAQWALAH kepada Allah sebenar-benar TAQWA kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan MUSLIM (Orang yang TUNDUK dan BERSERAH DIRI).” (QS. 3. Ali ‘imran : 102)

Wallahu a’lam bi showab

Itulah perbincangan seorang Syaikh dengn muridnya yang banyak mengandug HIKMAH buat kita.

“Allah menganugerahkan HIKMAH kepada siapa yang DIKEHENDAKI-NYA. Dan barang siapa yang DIANUGERAHI HIKMAH, ia benar-benar telah dianugerahi KARUNIA yang BANYAK (QS 2. Al Baqarah :269),

walhamdulillahi rabbil ‘aalamiin..

Belum lama ini ditemukan FotoPerahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki dengan istilah lain Noah’s ArkMinistries di Negara Turki, PerahuNabi Nuh ini dipublikasikan oleh sekelompok arkeolog dari China dan Turki pada tanggal 26 April 2010. Menurut mereka, FotoPerahu Nabi Nuh adalah temuandari penyelidikan mereka. Para peneliti tersebut mengklaim menemukan sisa-sisa perahu NabiNuh pada ketinggian kurang lebih 4.000 meter di Gunung Agri / Gunung Ararat, di wilayah Turki Timur.

arkeolog dari China dan Turki

“Kami tidak menyebutkan hal itu 100 persen bahtera Nuh, tapi kami yakin 99,9 persen jika contoh kayu itu memang berasal dari struktur kapal NabiNuh yang karam di gunung ini 4.800 taun lalu,” ujar Yeung Wing-cheung, seorang pembuat film dokumenter yang juga anggota dari tim Noah’s ArkMinistries International.

Foto Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki

Kelompok ini juga menyatakan bahwa unsur karbon yang terkandung telah membuktikan bahwa peninggalan ini berusia 4.800 tahun, persis dengan waktu ketika kapal Nabi Nuh itu diceritakan mengapung disana :) Berikut ini Foto Perahu Nabi Nuh yang ditemukan di Turki:

Foto Perahu Nabi Nuh

– Ini dia lokasi Foto Perahu Nabi Nuh di bukti Arafat.

Foto Perahu Nabi Nuh

– Situs Kapal Nabi Nuh sebelum dibersihkan

Kapal Nabi Nuh

– Setelah dibersihkan, Seperti ini bentuk Asli Foto Perahu Nabi Nuh yang kuno tapi canggih. Di dalam perahu inilah sedikit umat Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT daribanjir dahsyat setinggi gunung dan ratusan pasang binatang ikut serta didalamnya lho.

Perahu Nabi Nuh

– Gambaran suasana Foto Perahu Nabi Nuh terjadinya banjir dalam Injil yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Sekitar 25 tahun sebelum zaman Nabi Musa AS atau 1.300 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.

Nabi Nuh

Ini menandakan betapa besarnya kekuasaan Allah.SWT yang memperlihatkan kepada orang-orang musyrik melalui bajir besar yang memakan banyak korban jiwa dengan perantara Perahu Nabi Nuh!

gerhana venus

Posted: Mei 23, 2010 in agama, keajaiban ALLAH, Uncategorized

Gerhana venus – minggu 16 mei 2010

Menurut pengelola komunitas astronomi amatir Langit Selatan Avivah Yamani,Gerhana planet Venus akan terjadi besok yaitu hari ahad 16 mei 2010,namun Sebagian wilayah Indonesia hanya bisa melihatnya sekali saja.
Diperkirakan sepanjang tahun 2010,Gerhana planet Venus akan terjadi tiga kali.
gerhana Venus merupakan tiga dari empat peristiwa gerhana yang akan terjadi tahun ini.Tapi kedua gerhana itu tak bisa disaksikan dari Indonesia
Gerhana Venus pada 11 September akan melewati Brazil bagian timur dan Afrika Selatan. Sedangkan gerhana yang sama pada 5 November bisa dilihat dari Afrika Selatan dan Australia bagian barat.
Sebuah gerhana lagi, yaitu planet Mars, akan terjadi pada 6 Desember nanti. Namun peristiwa gerhana Venus yang paling menarik, kata perempuan yang biasa dipanggil Vivie itu, akan terjadi pada 26 Desember 2057. “Saat itu bersamaan dengan gerhana matahari sebagian yang dapat dilihat di Amerika Selatan, ujarnya.
Adapun keindahan senja dengan perpaduan Venus dan bulan saat gerhana Ahad besok, hanya bisa disaksikan dari Afrika bagian utara, Timur Tengah, dan Asia Tenggara.

Perahu Nabi Nuh Ditemukan di Turki?
“Kami belum yakin 100 % bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 %.”
RABU, 28 APRIL 2010, 06:45 WIB
Ilustrasi perahu Nabi Nuh (www.maritimequest.com)

VIVAnews – Dikisahkan, sekitar 4.800 tahun lalu, banjir bandang menerjang Bumi. Sebelum bencana mahadahsyat itu terjadi, Nabi Nuh — nabi tiga agama, Islam, Kristen, dan Yahudi, diberi wahyu untuk membuat kapal besar — demi  menyelamatkan umat manusia dan mahluk Bumi lainnya.

Cerita tentang bahtera Nabi Nuh dikisah dalam berbagai buku, sejumlah film dan lain-lain. Sejumlah ahli sejarah dari berbagai negara sudah lama penasaran dengan kebenaran kisah ini.

Untuk membuktikan kebenaran cerita itulah,  kelompok peneliti dari China dan Turki yang tergabung dalam ‘Noah’s Ark Ministries International’ selama bertahun-tahun mencari sisa-sisa perahu legendaris tersebut.

Kemarin, 26 April 2010 mereka mengumumkan mereka menemukan  perahu Nabi Nuh di Turki. Mereka mengklaim menemukan sisa-sisa perahu Nabi Nuh berada di ketinggian 4.000 meter di Gunung Agri atau Gunung Ararat, di Turki Timur.

Mereka bahkan mengklaim berhasil masuk ke dalam perahu itu, mengambil foto dan beberapa specimen untuk membuktikan klaim mereka.

Menurut para peneliti, specimen yang mereka ambil memiliki usia karbon 4.800 tahun, cocok dengan apa yang digambarkan dalam sejarah.

Jika klaim mereka benar, para peneliti Evangelis itu telah menemukan perahu paling terkenal dalam sejarah.

“Kami belum yakin 100 persen bahwa ini benar perahu Nuh, tapi keyakinan kami sudah 99 persen,” kata salah satu anggota tim yang bertugas membuat film dokumenter, Yeung Wing, seperti dimuat laman berita Turki, National Turk, 27 April 2010.

Spesimen temuan peneliti Turki dan China di Ararat

Grup yang beranggotakan 15 orang dari Hong Kong dan Turki hadir dalam konferensi pers yang diadakan Senin 26 April 2010 lalu.

Kepada media yang hadir saat itu, mereka juga memamerkan specimen fosil kapal yang diduga perahu Nuh, berupa tambang, paku, dan pecahan kayu.

Seperti yang dijelaskan para peneliti, tambang dan paku diduga digunakan untuk menyatukan kayu-kayu hingga menjadi kapal. Tambang juga digunakan untuk mengikat hewan-hewan yang diselamatkan dari terjangan bah — begitu juga dengan potongan kayu yang dibuat bersekat untuk menjaga keamanan hewan-hewan.

Penemuan besar ini jadi amunisi untuk mendorong pemerintah Turki mendaftarkan situs ini ke UNESCO — agar lembaga PBB itu ikut menjaga kelestarian perahu Nuh.

Awalnya, direncananya para arkeolog akan menggali perahu itu dan memisahkannya dari gunung. Namun, hal tersebut tak mungkin dilakukan, meski nilai sejarah penemuan ini sangat tinggi.

***

Gunung Ararat, lokasi penemuan perahu Nabi Nuh
Diyakini, ketika air surut, perahu Nuh berada di atas Gunung. Meski tiga agama besar mengabarkan mukjizat Nabi Nuh, tak ada penjelasan sama sekali, di mana persisnya perahu itu menyelesaikan misinya.

Sejak lama penduduk lokal Turki yang tinggal di pegunungan maupun kota-kota lain percaya bahwa perahu Nabi Nuh berada di Gunung Ararat.

Apalagi, pilot pesawat temput Turki dalam sebuah misi pemetaan NATO, mengaku melihat benda besar seperti perahu di Dogubayazit, Turki.

Pada 2006, citra satelit secara detil menunjukan benda mirip kapal yang diduga perahu Nuh itu adalah gunung yang dilapisi salju.

Beberapa ahli lain berpendapat bahwa sisa-sisa perahu Nuh menjadi bagian dari pemukiman manusia — yang selamat dari bencana banjir bah.

Namun, peneliti yang mengklaim penemu perahu Nuh membantahnya. “Kami tak pernah menemukan ada manusia yang bermukim di ketinggian 3.500 meter dalam sejarah umat manusia.”

Cuaca sangat dingin di ketinggian 4.000 meter itu oleh para penemu diyakini menjaga kondisi perahu Nuh selama ribuan tahun.